Mengenal After Effect Software Para Youtuber

after effects

Adobe After Effect sangat populer dikalangan animator karena memiliki fasilitas yang beragam. Mulai dari pengaturan pergerakan, pencahayaan, kamera, objek 3d dan didukung oleh plugin yang sangat banyak.

After Effects adalah sebuah software yang sangat profesional untuk kebutuhan Motion Graphic Design. Dengan perpaduan dari bermacam-macam software Design.

Program yang dibuat oleh Adobe untuk menciptakan animasi, motion graphics, compositing, dan efek visual. Dapat digunakan untuk membuat semua jenis animasi dan motion graphics, tapi mari kita mulai dengan dasar-dasarnya.

Standart Effect  yang tersedia mencapai sekitar 50 macam lebih, yang bisa untuk mengubah dan menganimasikan objek. Saat membuat animasi dengan After Effects bisa dilakukan dengan hanya mengetikkan beberapa kode script yang disebut Expression untuk menghasil pergerakan yang lebih dinamis dan unik, itu sebabnya adobe mengeluarkan berbagai inovasi-inovasi yang terbaik untuk para pengguna.

after effect tools
after effect tools

Baca Juga : Hati-hati Komputer Bisa Diretas Melalui Notepad.

After Effects awalnya diciptakan oleh Perusahaan Ilmu Pengetahuan dan Seni di Providence, Rhode Island, di mana dua versi pertama dari perangkat lunak, 1.0 (Januari 1993) & 1.1, yang dirilis oleh perusahaan.

CoSA bersama dengan After Effects kemudian diakuisisi oleh Aldus perusahaan pada bulan Juli 1993, kemudian diakuisisi oleh Adobe pada tahun 1994, dan dengan itu PageMaker. Rilis baru pertama After Effects adalah dari versi 3.0.

Adanya kesamaan interface antara After Effects dengan keluarga Adobe yang lainnya memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam pemakaiannya.

Berikut adalah bagian-bagian dari After Effect yang harus kalian ketahui sebelum menggunakan software tersebut.

part after effect
part after effect
  • Menu Bar : Berisi kumpulan menu untuk mengakses fitur yanga da di Adobe After Effect. menu Bar terdiri dari File, Edit, Composite, Layer, Effect, Animation, dan sebagainya.
  • Tool Bar : Berisi fitur yang berfungsi untuk mengedit video. Seperti fitur Zoom, Teks, Shapes, Clone, dan fitur lainnya.
  • Komposisi : Bagian komposisi akan menampilkan isi frame untuk komposisi yang telah dipilih.
  • Library dan Effect View : Bagian ini merupakan tempat file source dan juga berisi tampilan efek yang akan dimunculkan di video. Ini adalah tempat semua import Komposisi, Video, Audio, Graphics, dan lain lain.
  • Kumpulan Pallete : Berisi beberapa fitur seperti Time, Audio, Effect, dan lain-lain. Pallete-nya memang besar, tetapi sebagai pembelajaran dasar tidak terlalu diperlukan.
  • Detail Effect dan Layer : Digunakan untuk navigasi dalam mengedit video serta memberikan sentuhan permainan LAYER MODE, BLEND MODE, maupun MASKING yang berfungsi untuk menggabungkan 2 gambar atau lebih sehingga nmenjadi satu tampilan animasi yang utuh.
  • Timeline : Berfungsi menampilkan durasi dan panjang video serta tampilan layer dan keyframe.

Baca Juga : Edit Foto di Mac, dengan 5 Software terbaik ini

After Effect tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan, berikut adalah kelebihannya.

  • Dukungan efek yang banyak

Banyaknya dukungan efek untuk pembuatan motion grafik. Terdapat puluhan efek siap pakai yang digunakan pada video atau graphics yang akan dibuat di workspace.

  • Dukungan native untuk arsitektur CPU 64-bit

After effects bisa digunakan pada basis prosesor 64-bit yang menjadikan aplikasi ini lebih cepat, responsif, dan mendukung RAM dengan kapasitas yang lebih besar.

  • Dukungan Keyframe dan Scripting

Keyframe adalah fitur kunci animasi dan video sedangkan scripting merupakan fitur yang memungkinkan pergerakan dinamis animasi berdssarkan event dan trigger yang ada pada saat animasi atau video dijalankan saat runtime. 

  • Mampu melakukan konversi file vektor ke shape

After effects bisa membuat file shape dari vektor dengan cara melakukan file import untuk dimasukkan ke dalam workshape.

  • Aplikasi editing video untuk kalangan professional

Software ini merupakan aplikasi skala besar yang sudah banyak digunakan oleh kalangan professional. Mulai dari keperluan membuat animasi, penyuntingan movie, penambahan efek motion grafic sederhana sampai yang komplek, dan media Training melalui piranti Audio Visual.

Dan berikut kekurangannya.

  • Butuh waktu lebih lama untuk menguasainya
  • Dibutuhkan PC berspesifikasi tinggi
  • Dibutuhkan ketelitian dalam pengoperasian Software
  • Fungsi rendering teks yang kurang optimal
  • Tidak support Linux

Semoga artikel diatas dapat bermanfaat bagi pembacanya, sedikit tips banyak produk yang dikeluarkan oleh perusahaan Adobe yang mempermudahkan kalian dalam mengerjakan apapun yang berhubungan dengan produk digital atau desain. Jangan lupa berikan ulasan pada kolom komentar dibawah ini.

Untuk pengguna Mac X, baca juga Media Player Terbaik Untuk MAC OS X.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *