Pengertian Open Source Serta Kekurangan & Kelebihan

open-source

Open source merupakan sebuah lisensi yang terdapat setiap sistem pada setiap komputer dimana dapat digunakan secara gratis tanpa adanya biaya dalam penggunaannya.

Lisensi berguna untuk untuk melindungi hak cipta daripada software tersebut yang digunakan untuk melindungi hak cipta dari perangkat lunak tersebut agar sebuah karya dapat dihargai.

Macam-macam lisensi software

  1. Freeware : perangkat lunak yang gratis, namun pengguna tidak dapat melihat source code tersebut tidak dapat memodifikasi perangkat lunak tersebut.
  2. Shareware : perangkat lunak yang dapat diunduh dan digunakan untuk trial (percobaan) dan batasan waktu pemakaian sampai, 7 hari atau 30 hari.
  3. Adware : perangkat lunak yang gratis, hanya saja terdapat banyak iklan ketika dijalankan. Iklan ini seperti sumber penghasilan bagi pembuat / developer perangkat lunak tersebut.

Baca Juga : Perbedaan Layar LCD dan Layar LED.

Pengertian Open Source

Open source atau sistem terbuka menurt wikipedia adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu/lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan source-code yang tersebar dan tersedia bebas.

Pada dasarnya, open source menerapkan pola pengembangan take and give. Setiap orang dapat menggunakannya secara gratis dan pengguna dapat memodifikasinya dengan menambahkan fitur agar terlihat lebih baik lagi.

Pengguna dapat kembali menyebar ulang perangkat lunak open source tersebut. Hal ini tentunya harus diiringi dengan tanggung jawab penuh dan tidak main-main dalam melakukan modifikasi yang dimana dapat berakibat tidak baik tentunya.

Pada dasarnya, kebebasan untuk berkarya sangat dijunjung tinggi dalam perangkat lunak yang berlisensi open source ini. Yang dimana hal itu sangat berguna karena dapat merubahnya sesuai dengan kemauan sendiri atau kebutuhan pekerjaan.

Sehingga, pengguna bebas berkarya tanpa adanya intervensi dari berbagai pihak tertentu untuk mempelajari, mengubah, mengutak-atik, menambah bagian tertentu, memperbaiki, dan memperbaiki kekurangan yang terdapat di open source tersebut.

Software ber-open source terdapat dukungan pengembang yang banyak dan tersebar diseluruh penjuru dunia, menjadikan software open source cukup handal untuk digunakan. Sehingga bila terdapat bug tersebut maka komunitas akan memperbaikinya.

Contoh Software berlisensi open source

open source
open source
  • Sistem operasi UNIX, Linux, dan berbagai macam turunannya, seperti Slackware, Debian, SuSE, dan RedHat. Sedangkan sistem operasi berbayar contohnya Microsoft Windows dan MacOS.
  • Android : Merupakan sebuah sistem operasi smartphone yang dikebangkan oleh raksasa internet Google dengan fitur-fitur yang berkelas dan canggih.
  • Mozila Firefox : Sebuah software browser yang juga cukup populer, software open source yang satu ini terdapat fitur – fitur yang menarik.
  • Xampp : Sebuah software yang digunakan untuk membangun sebuah web server, Software ini banyak digunakan untuk simulasi dan pengembangan aplikasi website.
  • Audacity : Software open source yang dapat digunakan untuk editing audio dan musik, Software ini cukup populer dikalangan pengguna komputer, karena fitur dan kemudahan dalam penggunaannya.

Baca Juga : Pengertian Lengkap VGA Beserta Fungsi dan Jenisnya.

Kelebihan open source

  • Pengguna Bebas Mengembangkan Sistem

Dalam open source pengguna dikharuskan memahami kode sumber dari suatu software. Jika sudah memahaminya, pengguna dapat memperbaiki beberapa kelemahan atau menambahkan beberapa fitur hal tersebut bermaksud untuk memeodifikasi menjadi sesuatu yang pengguna inginkan.

  • Bersifat Legal

Pengguna tidak akan melanggar hukum karena memang perangkat tersebut tidak dikuasai oleh satu pihak tertentu secara komersil.

  • Tidak Ada Pembajakan

Karena kebebasan dalam menggunakan dan memodifikasi software berlisensi open source, maka tidak mungkin adanya pembajakan terhadap software ini.

Kekurangan open source

  • Tanpa dukungan

Lisensi open source tidak memiliki dukungan tersebut, sehingga cukup lama waktu yang diperlukan untuk mengenalkan perangkat lunak yang menggunakan lisensi open source.

  • Interface yang kurang familiar

Terdapat software atau sistem operasi berlisensi open source terlalu asing dan akhirnya hanya sedikit orang yang mengetahui dan menggunakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *