Pengertian VRAM atau Video Random Access Memory merupakan salah satu komponen yang terpasang pada video card yang bekerja layaknya sebuah RAM. Namun, VRAM digunakan untuk menyimpan data dari GPU (Graphical Processing Unit). 

Data tersebut dapat berupa texture, framebuffer, atau asset lainnya yang dibutuhkan oleh video card untuk merender sebuah gambar hingga dapat tampil di layar monitor.

Baca Juga : Pengertian Vektor dan Bitmap Beserta Kelebihannya

Sejarah

VRAM pertama kali ditemukan oleh F. Dill, D. Ling and R. Matick pada penelitian IBM tepatnya pada tahun 1980, kemudian dipatenkan pada tahun 1985. Sebelum terciptanya VRAM, memori berteknologi dual-ported terbilang cukup mahal dan mempunyai kualitas yang terbatas.

Dan Akhirnya, tepat pada tahun 1986, untuk yang pertama kaliIBM memperkenalkan VRAM secara komersial pada system PC/RT-nya dimana ini menjadi standar untuk tampilan grafis.

Fungsi

mainboard
mainboard

VRAM memiliki fungsi sebagai sebuah memori yang menyimpan seluruh data grafis yang dibutuhkan oleh GPU untuk merender sebuah gambar. Hal tersebut dikarenakan GPU relatif lebih cepat untuk menarik data dari VRAM dibanding menarik data dari hard drive bahkan dari RAM sistem.

Saat gambar akan ditampilkan ke layar, gambar yang masih dalam bentuk data digital tersebut terlebih dahulu akan melalui proses di GPU, ditulis pada VRAM, dan dikonversi menjadi signal analog oleh RAM digital-to-analog converter (RAMDAC), hingga akhirnya tampil pada layar komputer.

Proses tersebut berlansung sangat cepat sekali pada saat proses penggantian frame. Hal tersebut dikarenakan VRAM memiliki teknologi dual-ported yang mana memungkinkan processor menulis gambar selagi video card membacanya untuk tampil dilayar komputer anda.

Jenis-Jenis

Setiap sistem pastinya memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dalam hal penggunaan video memori. Sehingga para developer membuat 4 jenis ram yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dari pengguna, seperti berikut ini :

Synchronous Graphics RAM (SGRAM)

Ram ini merupakan jenis video random access memory dengan clock yang tersinkronisasi dengan kecepatan clock CPU, memori jenis ini yang paling murah bila dibandingkan dengan jenis lainnya. Data yang diterima dimodifikasi dalam satu proses, tidak dengan urutan membaca, menulis dan memperbarui.

Multibank Dynamic RAM (MDRAM)

Ram ini merupakan sebuah video random access memory yang dikembangkan oleh MoSys dengan performa yang tinggi namun dengan harga yang sedikit mahal. Video RAM jenis ini bekerja dengan membagi memori ke beberapa bagian menjadi 32 KB, yang kemudian dapat diakses secara terpisah.

RAMBUS DYNAMIC RAM (RDRAM)

RAM ini merupakan video random access memory yang dikembangkan oleh Rambus yang merupakan salah satu teknologi video RAM tercepat dengan kecepatan transfer data hingga 800 MHz. RDRAM mempunyai bus khusus yang digunakan untuk mempercepat arus data antara VRAM dengan frame buffer.

Window RAM (WRAM)

meskipun namanya Window, tapi komponen ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan perusahaan Microsoft. Melainkan WRAM adalah sebuah VRAM berkinerja tinggi dan memiliki bandwidth yang lebih besar dibandingkan dengan VRAM biasa.

Cara Menambah Kapasitas VRAM

Baca Juga : Pengertian ADOBE INDESIGN Kelebihan dan Kekurangan

  • Menambah RAM

VRAM atau Video Random Access Memory  merupakan tempat penyimpanan sementara image data yang akan di tampilkan pada layar monitor komputer. Maka, dengan penambahan RAM akan menambah kapasitas VRAM yang digunakan komputer Anda.

Untuk mengecek kapasitas Komputer Anda, ikuti cara berikut.

  1. Buka menu Start dan ketikkan Control Panel.
  2. Selanjutnya pilih personalization.
  3. Pilih Display.
  4. Kemudian pilih Change Display Settings.
  5. Setelah itu, pilih Advanced Settings.
  6. Dan lihat kapasitas VRAM VGA Anda pada Dedicated Video Memory 
  • AMD Graphic Overdrive

Pengguna AMD memiliki keunggulan dalam hal grafis. Hal tersebut dikarenakan AMD mensupport penggunanya dengan membuat software AMD Graphic Overdrive yang dapat memberi performa ekstra pada GPU Radeon.

Untuk menerapkannya, ikuti cara berikut ini.

  1. Klik kanan pada desktip dan pilih AMD Catalyst Control Center.
  2. Pilih menu Performance > AMD OverDrive di jendela AMD Catalyst Control Center.
  3. Klik Accept untuk menyetujui lisensi agreement.
  4. Tunggu hingga menu OverDrive muncul.
  5. Klik pada Configure Graphic OverDrive.
  6. Checklist Enable Graphic OverDrive.
  7. Selanjutnya terdapat 3 opsi yang dapat Anda ganti di Graphic OverDrive seperti berikut:
    – High Performance GPU Clock Setting > Untuk melakukan setting clock GPU PC Anda.
    – High Performance Memory Clock Settings > Untuk melakukan setting clock memory (VRAM) di PC Anda.
    – Enable Manual Fan Control > Untuk mengatur fan secara manual.
  8. Kemudian geser slider High Performance Memory Clock Settings untuk meningkatkan performa VRAM. Sebaiknya Anda juga menambahkan performa GPU.
  9. Terakhir, Apply untuk menjalankan perubahan.
  • Menggunakan 3D Analyzer

3D analyze merupakan program emulator pixel shader yang sering digunakan para pencinta game untuk membantu me-render environment game yang dimainkannya. Hal ini membuat pekerjaan VGA ketika menjalankan program yang berat akan berkurang.

Namun, 3D analyze hanya kompatibel dengan beberapa tipe GPU saja, tidak seperti software AMD Grapchic OcerDrive yang kompatibel dengan semua GPU keluaran AMD. Berikut cara penggunaannya.

  1. Download dan Install 3D Analizer.
  2. Jalankan 3D Analize VGA Virtual.
  3. Anda akan menemukan panel – panel di kolom bagian kanan kotak dialog. Sesuaikan panel – panel tersebut dengan kebutuhan anda. Sebagai acuan anda bisa melihat grafik VGA.
  4. Klik Run setelah pengaturan selesai dilakukan.
  • Menambah Virtual Memory

Virtual memory bekerja dengan meminjam kapasitas harddisk. Data dari RAM akan dikirim ke ruang memori pada harddisk, sehingga dapat mengurangi kapasitas harddisk PC Anda. Berikut langkah-langkah membuat Virtual Memory untuk menambah RAM.

  1. Buka menu Start, lalu klik kanan pada My Computer > pilih opsi Properties
  2. Buka menu Advanced system setting > Settings
  3. Pilih opsi Change pada Tab Advance
  4. Uncheck opsi Automatically manage paging file size for all drives
  5. Pilih drive yang digunakan untuk membuat virtual memory. sebaiknya pilih drive C, atau partisi tempat file sistem operasi tersimpan.
  6. Atur ukuran virtual memory yang ingin dibuat pada opsi Costum size. Pada Initial size.
  7. Klik Ok untuk menyimpan pengaturan, lalu restart komputer.

Semoga pada pembahasan diatas tadi dapat bermanfaat bagi pembacanya dan jangan lupa berikan ulasan pada kolom komentar dibawah ini, Terimakasih.

Author

Write A Comment