Walkman Pemutar Musik Terbaik Dimasanya

Sony Walkman TPS L2

Bagi remaja generasi 80’s dan awal 90’s mungkin tidak asing lagi dengan alat pemutar musik yang bernama walkman. Benda ini terintegrasikan dengan kaset, bentuknya yang kecil memudahkan untuk dibawa kemana-mana.

Sebelum iPod booming sebagai pemutar musik populer paling populer, Sony ternyata sudah lebih dulu melakukannya. Perusahaan asal Jepang itu hadir dengan pemutar musik portabel yang diberi nama Walkman.

Walau sudah bukan masanya lagi, Walkman masih diingat hingga sekarang. Bahkan sebuah polling mentahbiskan Walkman sebagai penemuan teknologi terbesar kedua selama 50 tahun terakhir ini, bukan iPod.

Bahkan, Mendiang Steve Jobs merupakan salah satu orang yang mengagumi piranto tersebut. John Sculley, Chief Executive Officer Apple yang mengisahkan kekaguman Jobs pada Walkman.

Mantan Presiden Pepsi itu dalam perbincangannya dengan Leander Kahney, jurnalis dari Cult of Mac, mengatakan bahwa ia bersama Steve Jobs, cukup sering bertemu Akio Morita, co-founder Sony.

Dalam salah satu kunjungannya, Akio memberikan Sculley dan Jobs oleh-oleh. Masih-masing eksekutif Apple itu memperoleh Walkman, perangkat pemutar kaset (playback) seberat 14 ons berwarna biru dan silver.

“Saya dan Jobs tidak pernah melihat produk seperti itu sebelumnya,” kata Sculley mengingat peristiwa itu.

“Dan memang tidak ada produk seperti itu. Jobs terpesona oleh benda tersebut.”

“Jobs mengambil, melihat setiap bagian, mereka-reka bagaimana kesesuaian dan penyelesaian produk itu dibangun,” sebut Sculley.

Sony Walkman menduduki posisi kedua dalam polling yang digelar oleh T3.com. Ia pertama kali dikenalkan 40 tahun yang lalu dan menjadi piranti pemutar musik perdana yang memungkinkan pengguna mendengarkan musik di manapun mereka berada.

Baca Juga : 10 Cara Meningkatkan Kinerja Laptop

Sebelum ponsel dibekali fitur pemutar musik, Walkman buatan Sony kerap jadi andalan anak muda zaman dahulu untuk mendengarkan musik di mana saja dan kapan saja.

Sayangnya, seiring berkembangnya zaman Walkman sudah tidak lagi diproduksi dan hilang bak ditelan bumi. Walkman sendiri bukan produk pertama yang menawarkan konsep pemutar musik portabel, sebab masih ada pabrikan asal Jerman yang merilis Stereobelt.

Namun, Sony Walkman tetap menarik perhatian publik karena dibanderol lebih terjangkau dan ringkas, berbeda dari Stereobelt yang berukuran besar dan mahal.

Piranti besutan Sony ini menumbangkan produk Apple, iPod yang berada di urutan ketiga. Akan tetapi dalam 10 besar penemuan teknologi dalam 50 tahun itu, produk-produk Apple masih mendominasi.

Meskipun kapasitas musik yang bisa disimpan di Walkman jauh lebih sedikit dibandingkan dengan iPod, akan tetapi Walkman memiliki fitur-fitur yang tidak dimiliki iPod yakni keberadaan socket headphone kembar. Dua socket headphone tersebut memungkinkan user untuk menikmati musik dengan teman.

Penjelasan Tentang WALKMAN

Walkman adalah pemutar audio kaset yang berguna sebagai pemutar audio dan video portabel. Walkman mengubah kebiasaan mendengarkan musik, sehingga seseorang dapat mendengarkan musik dimana saja.

Walkman dirilis pada tahun 1997 dengan nama Walkman di Jepang, dan disebut Soundabout di negara seperti Amerika Serikat, Freestyle di Swedia dan Stowaway di Inggris Raya. Peralatan ini dibuat pada tahun 1978 oleh enjiner audio Nobutoshi Kihara untuk mantan ketua Sony Akio Morita,

Tetapi, Morita tidak menyukai nama “Walkman” dan meminta untuk mengantinya, tetapi dibatalkan ketika pelaksana yuniornya telah memulai penjualannya dengan nama Walkman, sehingga akan mahal ketika diganti. Masaru Ibuka, co-founder Sony, sering bepergian dalam rangka bisnis. Sebagai penikmat musik, ia sering membawa TC-D5, alat perekam sekaligus pemutar kaset buatan Sony yang dijual ke pasaran pada 1978.

TC D5
TC D5

Secara umum, TC-D5 dibuat Sony bagi kalangan profesional, terutama jurnalis atau seorang sekretaris yang perlu merekam perbincangan bisnis. Bagi kalangan awam, TC-D5 tak ubahnya perangkat audio biasa, terutama karena ukurannya yang cukup besar.

Karena terlalu besar, Masaru kurang nyaman dengan perangkatnya itu. Ia lantas meminta Norio Ohga, bawahannya di Sony, untuk menciptakan versi portabel dari TC-D5, dengan melucuti fungsi perekaman pada TC-D5.

Tepat 1 Juli 1979 atau hampir setahun selepas Sony merilis TC-D5, permintaan Masaru terpenuhi. Kala itu, Sony merilis TPS-L2, pemutar kaset portabel, memiliki dua buah lubang jack 3,5 mm untuk menghubungkannya pada headphone/earphone.

Pada awal pembuatannya, Sony memproduksi sekitar 30 ribu unit Walkman versi pertama TPS-L2 yang rilis di Jepang pada 1979. ‘Nenek Moyang’ Walkman ini membutuhkan dua baterai AA sebagai sumber daya dan dijual USD 150 saat itu, atau USD 500 dengan nilai dolar sekarang.

Sayangnya, Walkman pertama itu tidak langsung laris. Mungkin karena banyak orang belum tahu kemampuannya. Maka, karyawan Sony turun ke jalan untuk mendemonstrasikan Walkman dan calon konsumen bisa mencoba sendiri. Strategi itu berhasil. Mendekati Agustus, persediaan Walkman mulai habis.

Seperti itulah kurang lebih kisah awal kesuksesan besar Walkman yang akhirnya dirilis dalam berbagai model dan terjual ratusan juta unit di seluruh dunia. Walau akhirnya era Walkman harus berakhir ditelan teknologi lebih canggih.

Meaghan Haire, dalam tulisannya di Time menyebut bahwa secara teknis, Walkman bukanlah lompatan teknologi besar. Philips, perusahaan asal Belanda, pada tahun 1963 pernah menciptakan produk serupa. Lalu, Andreas Pavel, mencetuskan ide serupa Walkman pada 1977 dengan mematenkan “belt stereo”.

Kebanyakan kita mengenal benda ini dengan merk SonyWalkman sudah menjadi trademark perusahaan elektronik raksasa ini untuk audio portable player.

Sony adalah Pemutar musik ini dijual secara murah dengan konsep  on the go. Inilah awal mula mendengarkan musik dengan cara berbeda. Seseorang dapat mendengarkan musik sambil beraktifitas.

Pada 1986, kata “Walkman” masuk ke dalam Oxford English Dictionary. Rebecca Tuhus-Dubrow dalam bukunya berjudul “Personal Stereo” mengatakan secara tersirat bahwa Walkman telah menjadi kata generik: alat pemutar kaset portabel dengan headphone.

Berikut adalah model-model Walkman dari dahulu hingga sekarang.

Sony Walkman TPS-L2

TPS L2
TPS L2

Walkman yang resmi rilis 1 Juli 1979 ini bisa bikin penggunanya dengerin musik dari kaset favoritnya di mana saja dan kapan saja. Sangat popular sekali pada masanya dan menjadi lifestyle bagi anak-anak muda.

Sony Walkman WM-101

WM 101
WM 101

Pilihan warna-warni ini adalah salah satu pencetus perangkat dengan baterai yang bisa diisi ulang.

Sony TCD-D3

TCD D3
TCD D3

Diperkenalkan pada 1987 sebagai Digital Audio Tapes.

Sony Walkman Sports WM-B52

Sports WM B52
Sports WM B52

Hampir anak 90-an pasti punya Walkman ini karna bentuknya yang modis dan menarik.

Sony Walkman MZ-1

MZ 1
MZ 1

Walkman jenis ini tidak menggunakan kaset. Walkman yang resmi dirilis pada 1992 ini pakai Mini Disc atau semacam disket khusus pengganti kaset.

Sony Walkman MZ-E50

MZ E50-
MZ E50-

Walkman dengan konsep tanpa kaset tapi menggunakan Digital Audio MiniDisc pada 1996.

Sony CD Walkman D-E01

D E01
D E01

Di tahun 1999 muncullah Walkman dengan desain bundar ini. Walkman jenis ini tidak pakai kaset atau disket, dan jika ingin mendengarkan musik di Walkman ini wajib pakai CD.

Sony Walkman NW-MS70D

NW MS70D
NW MS70D

Di tahun 2003, muncul Walkman dengan desain unik. Lebih mini, dulu tidak perlu kaset, disket atau CD untuk bisa dengerin musik. Cukup masukan lagu yang disuka ke memori card built-in berukuran 256MB.

Sony Walkman NW-HD1

NW HD1
NW HD1

Tahun 2004 muncul Walkman terbaik ini. Bentuk mini dan sudah dilengkapi dengan memori 20GB serta kemampuan baterai hingga 30 kali pemutaran musik. Sayangnya, Walkman ini tidak terlalu booming karena sudah mulai kalah terkenal dengan iPod.

Baca Juga : Google Translate Menyediakan Penerjemah Via Kamera

Sony Walkman NW-E505/507

Walkman NW E505 507
Walkman NW E505 507

Desain unik yang terinspirasi dari botol parfum ini tidak bikin Walkman yang rilis 2005 tersebut otomatis populer. fitur pemsutar musik jadilah Walkman dengan memori 512MB.

Tapi, belakangan walkman sudah mulai ditinggalkan dan keberadaannya diambang kepunahan. Salah satu alasannya adalah dengan munculnya teknologi disc.

Apalagi ditambah format musik saat ini, format lagu tidak hanya berbentuk kaset dan disk. Musik dapat berbentuk sebuah file dan dapat disimpan di komputer.

“Fakta bahwa selama lebih dari 30 tahun Sony Walkman masih dilihat sebagai penemuan lebih besar dibanding iPod adalah bukti betapa luar biasanya Sony Walkman ini,” ujar Kieran Alger, editor dari T3.

Bagaimana dengan Walkman apakah kalian menyukainya? Jauh sebelum Walkman dibuat, ternyata masih banyak teknologi-teknologi yang canggih dan keren kalian bisa lihat 6 Teknologi yang sudah ada sejak Dahulu, Kalian bisa memberikan pendapat dikolom komentar dibawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *